Selasa, 02 September 2014

Kisah cerpen mengharukan

Halo ! thanks kamu sudah mampir ke blog ini. Pada saat ini, saat ingin share ke kamu tentang cerpen saya. Saya tidak tau apa cerpen ini bagus atau jelek karena baru satu orang yang sudah membacanya *yaitu pemiliknya. Kalau kamu mau repost cerpen jelek ini ke blog kalian sertakan sumbernya juga yah !

Ini bisa mengharukan, bisa biasa saja, bisa jelek tergantung kalian yang menilai. Jadi kalau kalian punya komentar atau yang jago bikin cerpen punya saran, silahkan coret kolom komentarnya ya ! agar saya bisa buat cerpen yang lebih bagus lagi.

KESALAHAN CINTA

Saat itu aku berdiri di atas pasir putih yang indah menikmati keajaiban alam yang diberikan oleh Tuhan. Mataku meliput cakrawala senja yang merapat di langit, melihat bias-bias cahaya pantulan matahari yang bermelodi dengan air laut dan merasakan sahutan burung yang memainkan spiritnya. Aku berusaha mengumpulkan keindahan itu untuk menjadi energiku besok. Ya .. besok itu adalah hari pernikahanku, dan aku benar-benar sangat gugup.

Keesokan harinya, aku mempersiapkan diri dengan segala kemampuan yang aku punya. Aku bertekad akan memberikan kebahagiaan untuk calon istriku Raya.

Tiba saatnya, pernikahan itu akan dimulai. Aku menunggu calon mempelaiku dengan sedikit tegang. Terasa ada keringat dingin bercucuran padahal kami sedang berada pada ruangan ber-AC. Aku gugup, semoga kami bisa melewati prosesi ini dengan lancar.

Dia datang, belahan jiwaku yang selalu memberikan keteduhan yang mendalam untukku. Dia yang terbalut dengan gaun dan bunga mawar putih dihadapan kami memberi kesan romantis. Kecantikan bak purnama di malam ini yang bintang pun seolah ingin mendekat padanya. Dia berseri-seri anggun dan menggetarkan hatiku. Dia luar biasa cantik saat itu.
 
Akhirnya, kami pun saling mengikatkan diri dalam janji sehidup semati kemudian kami saling bertukar cincin. Keluarga dan kerabat kami menyambut baik peristiwa itu dan mereka mengucapkan selamat. Pokoknya hari itu merupakan hari yang sangat bersejarah di mata kami berdua.

Kami menikmati hidup berumah tangga untuk sesaat dan kami harus berpisah setelahnya.

Kejadian itu dimulai ketika pernikahan kami telah menginjak usia 5 bulan. Terdapat sebuah kesalahpahaman yang rumit dan saat ini aku selalu menyesal mengingat bahwa kesalahpahaman itu bersumber dari pihakku sendiri. semua itu membuatku kehilangan orang yang aku cintai.

Saat itu, hujan deras mengalir menembus langit. Aku tetap kekeh, hujan ini tidak akan bisa memperlambat gerakanku. Aku berusaha berlari, mengejar asa. Aku rindu ingin bertemu dengannya.

Seperti biasa, ketika aku telah tiba di rumah, dia selalu menyambutku. Melihatku yang kedinginan, dia dengan spontan saja berlari untuk mengambilkan selimut dan membalutnya di tubuhku yang sedang menggigil. Aku bisa merasakan sinyal kasih sayangnya yang amat dalam. Aku sangat mencintainya.

“Mengapa kamu kehujanan seperti ini ??” katanya sambil mengeringkan rambutku.
“Karena aku merindukanmu.” Jawabku.
“Harusnya kamu bisa lebih menahan emosimu. Lihat, karena ulahmu sendiri kamu sekarang kedinginan”

Dia selalu bisa membuatku jatuh cinta dengan apa yang selalu dia ucapkan dan lakukan. Aku merasa terteduh dengan kerindangan hatinya yang selalu memberiku energi positif saat apapun yang terjadi.

Suatu hari, aku harus dihadapkan dengan tugas yang cukup berat. Aku diutus oleh presiden tempatku bekerja untuk membuat dan menyampaikan presentasi di hadapan klient asing yang penting. Jujur, hal ini sangat memusingkanku. Aku belum menemukan konsep presentasi yang cocok padahal presentasi itu akan dilaksanakan 1 minggu lagi. hufft ..

Untuk saja, istriku selalu menemani batinku. Dia menjadi pemacu semangatku. Bila aku berada dalam jurang kemenyerahan, aku berusaha mengingat pesannya untuk tidak mudah menyerah. ketika aku mengingat pesan itu kembali, entah mengapa semangatku kembali mengapung. Aku juga tidak tau.

Siang hari itu, aku ada di kafe. Aku pergi untuk menenangkan pemikiran dan menemukan ide. Aku tidak bisa menemukan konsentrasi dengan suara-suara ketikan computer yang terdetik. Wanita-wanita disana juga sangat menyebalkan. Mereka selalu mengoceh-oceh dan merogoh gossip yang tidak jelas. Gendang telingaku bergemuruh mendengar mereka yang menghina dan mengumpat.

Awalnya lancar-lancar saja. Aku telah menemukan ide dan mulai menyusun sketsa ide itu di pc. Lama-kelamaan, ada suara batin yang membisikiku. Dia menyuruhku untuk menghempaskan mata. Aku menurut dan .. kulihat wanitaku sedang jalan dengan mantan kekasihnya. Mereka terlihat mesra. Aku maraaahh !!! aku mematikan pc yang ada di depanku. Mereka kini pergi, aku mengikutinya dari belakang.

Dia tidak sadar, aku mengikutinya. Hatiku memanas !! mereka memasuki sebuah toko pakaian. Kulihat, istriku tengah sibuk memilah-milah pakaian yang akan dia beli. Pemuda itu selalu ada di sampingnya. Mereka juga saling tertawa dan terlihat bahagia.

Marahku tidak dapat ditutup-tutupi lagi. aku menghampiri mereka berdua.

“ohh ..jadi ini yang kamu lakukan selama ini ?” kataku pada Raya.
“apa maksudmu ?”
“kamu selingkuh dengannya ?”

Dia terdiam untuk sejenak

“kami memang telah janjian untuk bertemu.” Katanya padaku.
“jadi semua itu benar. Kamu menyelingkuhiku”
“maaf..”
Aku tidak ingin mendengar lagi kata-katanya yang manis itu lagi. aku pergi meninggalkannya sebelum dia mulai selesai bicara. Aku melihat dia yang tengah mengikutiku. Aku menoleh.

“jangan temui aku setelah kamu menyadari kesalahanmu”

Dia seperti terpana mendengarkanku. Gerakannya lunglai dan tidak berangin. Aku melihatnya yang tengah sembab dan gelisah. Dia memang pandai memainkan drama. Aku pergi. Bye ..

Semenjak itu, aku tidak pernah pulang kerumah. Aku berusaha untuk lebih memfokuskan diri dengan tugas yang tengah aku hadapi tapi tetap saja aku tidak bisa. Melupakan kejadian itu sama halnya dengan melupakan kedua orang tuaku. Sangat sulit .. aku kecewa dengannya yang tidak bisa menepati janji pernikahan kami.

Setelah beberapa lama aku pikir bahwa dia telah berubah dan sadar. Aku berencana untuk kembali ke rumah kami berdua. tapi setelah kuingat kembali, aku sadar bahwa dia benar-benar menginginkan aku meninggalkannya mungkin … Dia tidak pernah menghubungiku sekalipun. Selain itu, dia juga tidak pernah menjengukku.

Hendaknya bila dia benar-benar telah sadar, dia mau mengunjungiku kan ? dia tau bahwa kami berdua memiliki 2 rumah. jadi, tidak ada alasan untuknya untuk bilang bahwa dia tidak tau dimana aku sekarang (sungguh alasan yang konyol).

Aku mengurungkan niatku dalam penjara hati yang rumit. Aku kecewa padanya. Cinta yang telah banyak kupersembahkan justru malah dihempaskan seperti botol kemasan mineral yang tidak terisi lagi. Aku sangat tidak berguna untuknya, benarkah ?

Beberapa hari berlalu lagi .. lagi .. dan lagi .. akhirnya yang kuinginkan terjadi juga. kulihat pesan di blackberryku yang berasal darinya. Dia memintaku untuk mengangkat telepon.

kali itu aku mulai mendengar rintihannya yang mengajak aku pulang segera. aku benar-benar tidak mengerti, mengapa baru kali ini dia berusaha contact denganku ? padahal kejadian itu telah terjadi berhari-hari yang lalu.

Walaupun didera dengan pertanyaan yang tergolong krusial, aku tetap pulang ke rumah menurut keinginannya. Pikiranku berusaha meyakinkan hatiku bahwa dia telah berubah, dan kami tidak akan berpisah.

Aku tiba di rumah itu, dengan sejuta harapan yang melilit benakku. Pikiranku kalut dan aku tidak tau harus memulai dari mana. Kali ini aku ada di depannya. Wajahnya tampak suram.

“jadi sesungguhnya apa yang terjadi ?” tanyaku dengan nada yang lembut.

Dia kemudian menatapku. Entah mengapa wajahnya yang suram itu kini terlihat ganas. Matanya kini menatap tajam.

“benarkah hanya gara-gara hal itu, kamu marah terhadapku ?” katanya dengan nada amarah.

Aku terkaget ! mengapa dia bisa melontarkan pertanyaan dengan nada sekeras itu. sejurus kemudian, dia kembali melontarkan nyanyian-nyanyian yang bertajuk pertanyaan dengan desakan.

“apa selama ini kamu tidak pernah percaya padaku ?”
“untuk apa, kita bersatu bila selama ini aku tidak memegang kepercayaanmu itu ?”
“katakan ! selama ini apa gunaku untukmu ?”

Itulah pertanyaan yang dia tujukan untukku. Aku hanya dia saja melihat reaksinya yang terusik agar semua ini tidak jadi bertambah rumit. hingga tiba pada suatu titik dimana dia t’lah benar-benar membuatku terpancing.

“heyy .. jaga ucapanmu bung !” kataku dengan kerasnya.
“tentu saja .. kau itu lebih baik daripada dia !” dia membalas ucapanku dengan tidak kalah sengitnya.
“ohh .. jadi dugaanku selama ini benar ! kauu …… “ kataku sambil menunjuk wajahnya.

Sejak aku menunjuk dia seperti itu, air matanya pun tumpah ruah jatuh menitik.

“aku hanya ingin kepercayaanmu, sayang ! sungguh !” katanya dengan isakan yang yang sangat keras.

aku tidak bisa berpikir jernih sejak dia membentakku seperti tadi. Napasku bagai tumpang tindih tak teratur, mataku memerah dan emosiku kini telah mencapai batas. Tanpa sadar aku sendiri mengucapkan pernyataan yang tidak pernah kuinginkan.

“pergi kau dari rumah ini ! aku menceraikanmu !” kataku dengan keras.

Dia yang melihatku pun kian terpana. Air matanya jatuh semakin deras dan dia meninggalkanku yang ada di depannya. Dia berlari menuju kamar kami.

Aku yang kembali tersadar hanya terdiam. Mengapa aku mengucapkan hal seburuk itu pada istriku ? aku menutup wajahku yang telah teraut kekhilafan.

Tak lama setelah itu, dia menitih berat koper hitam besar itu dan kemudian memberikan sepotong mantel berwarna coklat muda kepadaku.

“ini mantel untukmu” katanya seraya memberikan mantel itu padaku.
Aku melempar mantel itu ke kursi di dekat kami.

“ma ..afkan aku, sayang !” erangku memegang pipinya yang t’lah berlumuran air mata.
“too .. long !” kali ini aku benar-benar terisak.

Dia menghempaskan lekatan tanganku di pipinya dan mulai beranjak pergi meninggalkanku. Air matanya masih saja tumpah tindih menembus pipinya yang mungil. Dia meraih gagang pintu dan benar-benar keluar dari rumah.

“saat itu bara hanya menemaniku mencari kain wol. Aku ingin membuatkanmu sebuah mantel agar kamu tidak kedinginan. Tapi nyatanya, usahaku itu malah kamu anggap sebagai ajang ketidaksetiaan bahkan hingga mengucapkan kata bercerai segala !” katanya sambil meraung sedih. dia kemudian beranjak memegang pagar pintu rumah kami

“maaf .. sayang ! aku khilaf ! aku menarik kembali ucapan ceraiku yang tadi ! kamu jangan pergi !” aku mencium keningnya yang t’lah basah oleh peluh.

Dia tidak bereaksi apa-apa dengan perlakuanku itu. kali ini, dia benar-benar pergi.

Aku hanya melihat dia yang berjalan tertatih menyusuri jalan cukup sepi itu. mengapa penyesalan selalu datang belakangan ? rintihanku tidak berarti apa-apa.

Karena kejadian itu, aku tidak memikirkan tugas presentasi itu lagi .. aku menyerahkan dokemen Ms. Powerpointku ke rekanku yang lain u/ dipelajari. Fokusku untuk istriku .. untuk Raya.

Aku berusaha mencari keberadaannya dengan sekuat tenaga hingga akhirnya aku menemukan informasi yang membuat aku sesak napas, hidupku serasa hilang. Informasi yang tanpa sadar membuat jiwa dan ragaku terpisah .. “RAYA TEWAS DALAM SEBUAH KECELAKAAN PESAWAT MENUJU NEW YORK” ….

Tahap penelitian sejarah

Dalam usaha menyingkap tabir sejarah, para ahli sejarah melakukan tahapan-tahapan sebagai berikut.

a.       Informasi Sejarah
Informasi sejarah dimulai dari cerita-cerita rakyat atau legenda maupun mitos. Masyarakat yang memberikan informasi tentang peristiwa sejarah berawal dari suatu cerita yang mereka peroleh secara turun-temurun. Oleh karena itu, informasi sejarah sangat sulit untuk dibuktikan kebenarannya secara ilmiah. Tetapi pihak masyarakat sering mempercayainya bahwa cerita yang mereka terima secara turun-temurun itu benar-benar adanya. Biasanya cerita yang diterima itu selalu terkait dengan berbagai peninggalan yang adal di sekitarnya.

b.      Pengumpulan sumber-sumber sejarah
Sejarah sebagai suatu peristiwa pada masa lampau, tidaklah mungkin dapat diketahui begitu saja tanpa adanya sumber-sumber sejarah yang mendukungnya. Walaupun terkadang sumber-sumber sejarah yang berhasil ditemukan tidak utuh atau tidak selengkapyang diharapkan. Namun, para ahli sejarah mencoba memberikan analisa agar mendekati keadaan seperti masa terjadinya suatu peristiwa tersebut.

2.      Heuristik dalam sejarah
Heuristik berasal dari kata Yunani heurishein, artinya memperoleh. Menurut G.J. Reiner (1997), heuristik adalah suatu teknik mencari dan mengumpulkan sumber. Heuristik adalah upaya penelitian yang mendalam untuk menghimpun jejak-jejak sejarah atau mengumpulkan dokumen-dokumen agar dapat mengetahui segala bentuk peristiwa atau kejadian-kejadian bersejarah di masa lampau. Heuristik merupakan bagian dari penelitian sejarah. Untuk menemukan jejak-jejak sejarah, para sejahrawan memulai dengan mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya tentang peristiwa sejarah yang akan ditelitinya.

3.      Verifikasi atau kritik dalam sejarah
Verifikasi dalam sejarah dapat diartikan dengan pemeriksaan terhadap kebenaran laporan tentang suatu peristiwa sejarah. Verifikasi diperlukan untuk meneliti kembali data-data atau laporan dari suatu peristiwa yang telah terjadi. Suatu peristiwa sejarah memiliki data-data atau laporan yang cukup banyak, sehingga para peneliti harus berhati-hati dalam mempelajari kembali data-data yang diperolehnya. Selanjutnya data-data atau laporan tersebut dibahas bersama untuk menentukan kebenaran atau laporan dari suatu peristiwa sejarah. Untuk mendapatkan kebenaran suatu data peristiwa sejarah, maka peneliti pun harus dapat bersikap objektif dan netral. Dengan penelitian yang objektif, peristiwa sejarah yang telah terjadi tidak kehilangan makna dan kebenaran sejarahnya dapat dijamin dengan baik.
Untuk menguji kebenaran sumber sejarah tersebut maka dilakukanlah kritik sumber. Kritik sumber dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu kritik eksternal dan kritik internal. Kritik eksternal adalah kritik yang ingin melihat keaslian atau orisinalitas dari sumber. Jadi, kritik ini bersifat lebih fisik, bukan isi dari sumber tersebut. Bila kita menemukan sumber tertulis, kritik eksternal yang kita lakukan adalah melihat jenis kertasnya, jenis tulisannya, dan jenis hurufnya. Dalam kritik eksternal diperlukan pula pengetahuan-pengetahuan yang bersifat umum dalam konteks zaman. Setelah melakukan kritik eksternal, kemudian kita melihat secara kritis terhadap isi dari sumber tersebut, apakah isi sumber itu dapat dipercaya atau tidak. Langkah ini disebut dengan kritik internal. Jadi, kritik internal adalah kritik terhadap isi sumber atau kritik terhadap kredibilitas sumber.

4.      Interpretasi dalam sejarah
Interpretasi dalam sejarah dapat diartikan dengan penafsiran terhadap suatu peristiwa atau memberikan pandangan teoritis terhadap suatu peristiwa sejarah. Suatu peristiwa sejarah masa lampau dapat diungkap kembali melalu beberapa sumber. Sumber-sumber itu berbentuk data-data. Tetapi tidak semua data-data yang terkumpul dapat dijadikan sarana pendukung untuk mengungkap suatu peristiwa sejarah. Dari data-data tersebut kemudian ditafsirkan, sehingga data-data yang terkumpul dapat mengungkap kebenaran suatu peristiwa yang telah terjadi di masa lampau.

5.      Sumber-sumber sejarah
Peristiwa yang terjadi di masa lampau dapat terungkap jika ada sumber-sumber sejarah yang mendukungnya. Sumber sejarah terdiri atas:
a.       Sumber lisan, yaitu keterangan langsung dari para saksi dari peristiwa yang terjadi di masa lampau, atau dari orang yang menerima keterangan itu secara lisan dari orang lain
b.      Sumber tertulis, yaitu sumber sejarah yang diperoleh melalui peninggalan-peninggalan tertulis yang mencatat peristiwa yang terjadi di masa lampau. Misalnya prasasti, dokumen, naskah.
c.       Sumber benda, yaitu sumber sejarah yang diperoleh dari peninggalan benda-benda kebudayaan.

Gejala umum penyakit AIDS


Orang yang terinfeksi virus HIV akan menimbulkan gejala sebagai berikut

  1. Kelelahan yang terus menerus meskipun telah banyak beristirahat.
  2. Demam.
  3. Berkeringat pada malam hari.
  4. Diare.
  5. Penurunan berat badan secara drastis.
  6. Sariawan.
  7. Batuk-batuk.
  8. Terjadinya pembengkakan kelenjar getah bening, pada umumnya di lipatan paha, ketiak dan leher.
  9. Terjadinya pendarahan di bawah kulit, dari mulut, hidung dan dubur.

Gejala-gejala tersebut berlangsung terus menerus meskipun telah diperiksakan dan diberi obat dokter. Penyakit-penyakit yang merupakan gejala terinfeksinya virus HIV di dalam tubuh tersebut dinamakan penyakit indikator. Pada umumnya meninggalnya penderita virus HIV disebabkan karena penyakit indikator dan bukan semata-mata karena serangan virus HIV. Para ilmuwan dan dokter terus menerus berupaya menemukan obat untuk mengatasi penyakit AIDS dengan mempelajari virus HIV dan mempergunakan terapi obat-obatan temuan baru. Sampai kini belum ditemukan vaksin untuk mencegah serangan virus tersebut. Jenis obat seperti Zidovudin disepakati oleh para dokter sebagai obat untuk pengobatan yang sifatnya bukan menyembuhkan melainkan hanya mengobati gejalanya dan memperpanjang usia penderita.

Adaptasi tingkah laku hewan

Semua jenis mamalia yang habitatnya di dalam air secara berkala selalu muncul ke permukaan air untuk bernapas. Meskipun mirip ikan, mamalia air tetap bernapas dengan paru-paru dan tidak mampu mengambil oksigen dari dalam air seperti halnya ikan, oleh karena itu untuk dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya ia harus muncul ke udara untuk bernapas dalam waktu-waktu tertentu.

Ikan salem raja yang hidup di laut Amerika Utara memiliki keunikan dalam siklus kehidupannya, bahwa setiap dia akan bertelur ia selalu berenang melawan arus menuju ke hulu sungai untuk meletakkan telur-telurnya di genangan air tawar yang tenang. Betapa berat perjuangan induk-induk ikan salem untuk menjaga kelangsungan hidup bagi keturunannya. Berenang menyusuri sungai menuju ke hulu yang tidak jarang harus naik melewati air terjun, padahal ia hidupnya di laut. Maka tidak mengherankan jika sampai tempat yang mereka tuju banyak yang mati kelelahan setelah melakukan proses pernikahan. Telur-telur ikan salem jika telah menetas akan mengikuti arus air terbawa ke laut lepas menjalani kehidupan sampai masa dewasa, dan sebagaimana yang dilakukan induknya, mereka pun setelah memasuki masa perkembangbiakan akan melakukan perjalanan ke hulu sungai untuk meletakkan telur-telurnya. Demikian siklus kehidupan ikan salem terus berulang. Apa yang dilakukan ikan salem tersebut merupakan bentuk adaptasi tingkah laku (adaptasi behavioral).

Bunglon, jenis reptil yang hidup di pepohonan memiliki kemampuan melakukan kamuflase (penyamaran dengan mengubah warna kulit tubuhnya sesuai dengan warna lingkungan atau tempat yang dihinggapi, yaitu akan berwarna kehitaman jika hinggap di batang pohon, dan akan berubah menjadi hijau jika hinggap di rimbunnya dedaunan, sehingga musuh dan mangsanya tidak mengetahui keberadaannya.

Kemampuan bunglon melakukan kamuflase (penyamaran) ini termasuk adaptasi tingkah laku, yang menyebabkan bunglon mudah menyelamatkan diri dari sergapan ular pohon dan memudahkan ia mengintai mangsanya berupa serangga yang ada di pohon.

Untuk menjaga kelangsungan hidupnya, hewan juga melakukan dormasi (istirahat pada waktu yang kurang menguntungkan). Misalnya, ikan-ikan di dalam danau yang membeku tetap bertahan hidup di bawah lapisan es tanpa banyak melakukan aktivitas untuk menghemat energi. Demikian pula jenis tikus di daerah subtropis pada musim salju akan tidur di dalam lubang yang hangat sampai musim dingin tiba.

Hubungan perilaku hewan dan kelangsungan hidup

Perilaku hewan berkaitan erat dengan kelangsungan hidupnya. Perilaku burung di daerah sub tropis saat menjelang datangnya musim dingin melakukan migrasi besar-besaran menuju ke daerah yang lebih hangat iklimnya dan akan kembali ke asalnya saat musim dingin berakhir. Jika burung tetap di habitatnya saat musim dingin maka burung itu akan mati. Burung itu mati bukan hanya karena kedinginan melainkan juga akan kelaparn karena sumber makanannya yang berupa biji-bijian maupun serangga tidak bisa dijumpai lagi karena permukaan bumi termasuk tumbuhan tertutup oleh salju di musim dingin. Burung-burung tersebut telah melakukan perbuatan adaptif untuk menyelamatkan keturunan mereka agar tetap lestari di bumi ini, meskipun dari sekian burung yang beremigrasi tersebut hanya sedikit yang bisa kembali ke habitatnya semula sedangkan sebagian besar mereka mati di perjalanan karena sebab. Demikian halnya perpindahan ikan salem dewasa menjelang masa perkawinan mereka dari laut menuju ke hulu sungai untuk mewujudkan kelestarian bagi kehidupan jenisnya.

Tarian seekor merak jantan di depan merak betina merupakan perilaku instingtif yang bertujuan menarik perhatian merak betina dalam proses perkembangbiakan sebagai penerus keturunannya.

Perilaku adaptif berbagai jenis hewan maupun tumbuhan untuk mengatasi perubahan lingkungan agar tetap bertahan, maupun perilaku yang berkaitan dengan dorongan kematangan seksual pada hewan merupakan jenis perilaku yang bertujuan untuk menjaga kelangsungan hidupnya.

Kuda Nil mencari makanan di dalam air, makanan pokoknya adalah tumbuhan air. Ia sanggup menyelam selama 30 menit dengan kekuatan menahan napas di dalam air selama 5 sampai 10 menit. Kuda Nil kawin setahun sekali, dan pada saat musim kawin yang jantan rela bertarung untuk memperoleh pasangannya. Itu juga salah satu cara untuk menjaga kelangsungan lingkungannya.

Seperti halnya hewan, tumbuhan juga memiliki perilaku adaptif yang bertujuan untuk menjaga kelangsungan hidupnya. Jika kita mengamati bagaimana arah tumbuhan tunas tanaman di tengah kebun yang penuh dengan tanaman lain, masing-masing tanaman berupaya sedemikian rupa untuk memperoleh cahaya yang cukup bagi kelangsungan hidupnya. Pertumbuhan batang yang mungkin tidak lurus serta pertumbuhan cabang yang tidak sempurna merupakan bentuk perilaku adaptif untuk tetap bertahan di alam bebas yang oenuh dengan persaingan.

Tumbuhan kantung semar memiliki keunikan berupa kantung tipis dengan dinding sebelah dalan yang licin. Jika ada serangga yang mendekati kantungnya akan tergelincir masuk ke dasar kantung dan tidak akan dapat keluar karena selai permukaan dinding sebelah dalam licin tutup kantung segera menutup begitu ada benda yang masuk ke dalam kantung. Kelenjar enzim yang terdapat pada dinding sebelah dalam kantung tersebut akan mengeluarkan cairan kimia yang mencerna tubuh serangga secara ekstrasel dan sel-sel dinding sebelah dalam kantung tersebut menyerap unsur hara yang terkandung dalam tubuh serangga tersebut sebagai bahan makanan.

Hubungan teknologi reproduksi dan moral

Keberhasilan rekayasa reproduksi melalu pengembangan teknik reproduksi yang menghasilkan berbagai jenis spesies baru dengan berbagai baru dengan berbagai keunggulan mendatangkan pemikiran pro dan kontra.

Ketidaksetujuan pengembangan rekayasa reproduksi banyak dilontarkan dari kalangan yang sangat menjunjung tinggi moral. Hal ini cukup beralasan karena jika saja keahlian dalam bidang rekayasa reproduksi ini jatuh ke orang-orang yang pandai tetapi tidak memegang nilai-nilai agama dan menjunjung tinggi moralitas bisa membuka kemungkinan upaya pemusnahan peradaban. Misalnya menciptakan individu yang kuat, tangguh, tetapi kejam dan mematikan seperti yang digambarkan dalam film-film bertemakan science-fiction yang selalu memunculkan tokoh monster jahat yang sangat membahayakan kehidupan.

Rekayasa reproduksi yang dilakukan dengan cara menyisipkan gen makhluk hidup lain (rekombian gen) pada suatu organisme yang tidak sekerabat, misal menyisipkan gen ikan mas kedalam gen buah tomat, menyisipkan gen hewan ke gen tumbuhan dan sebaliknya dianggap melanggar hukum alam dan sulit diterima oleh masyarakat awam. Apalagi jika hasil organisme transgenik tidak disertai dengan label yang menunjukkan asal gen yang disisipkan, membawa konsekuensi bagi penganut keyakinan tertentu yang sangat selektif terhadap jenis makanan yang dikomsumsi.

Oleh karena itu, penerapan rekayasa reproduksi haruslah benar-benar berlandaskan pada etika moral yang tinggi dengan menggunakan referensi norma-norma yang berlaku di segenap lapisan masyarakat, sehingga rekayasa reproduksi yang dihasilkannya benar-benar bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan manusia baik lahir dan batin.

Hubungan proses reproduksi dan pertumbuhan populasi

Pertumbuhan populasi organisme dipengaruhi oleh 2 (dua) faktor utama yaitu faktor natalitas (angka kelahiran) dan faktor mortalitas (angka kematian).

Jika suatu organisme memiliki angka kelahiran yang lebih besar dibanding angka kematian dalam setiap tahun maka populasi organisme tersebut akan meningkat. Sebaliknya jika natalitas rendah sedangkan mortalitas tinggi maka populasi organisme tersebut semakin berkurang.

Terjadinya kelahiran merupakan hasil dari proses reproduksi. Peningkatan jumlah populasi berkaitan erat dengan laju reproduksi suatu organisme.

Sebatang tanaman rumput yang tumbuh di tanah dalam waktu kurang dari satu bulan dapat memenuhi sepetak halaman rumah kita, sedangkan untuk dapat menyebarkan benih tanaman jagung diperlukan waktu yang cukup lama menunggu sampai masa keringnya biji jagung sehingga siap tanam. Oleh karena itu, sama-sama menanam sebatang rumput dengan sebatang pohon jagung dalam waktu satu bulan menghasilkan kepadatan populasi yang jauh berbeda. Rumput dengan cepat memenuhi lingkungan tempat tumbuhnya semula karena kemampuan berkembang biak, sedangkan tanaman jagung dalam satu bulan bahwa hingga panen ia tetap sebatang.

Semakin tinggi tingkat reproduksi suatu organisme maka semakin tinggi pula kepadatan populasinya dan semakin rendahlah kemungkinan akan kepunahannya dan sebaliknya semakin rendah tingkat reproduksi suatu organisme semakin rendah pula tingkat kepadatan populasinya dan semakin tinggi tingkat kepunahannya