Jumat, 01 Agustus 2014

Latar belakang munculnya perang dingin



Perang dingin adalah perang dalam bentuk ketegangan sebagai perwujudan dari konflik-konflik kepentingan dan perebutan supremasi serta perbedaan ideologi antar Blok Barat yang dipimpin Amerika Serikat dan Blok Timur yang dipimpin Uni Soviet sehingga perang dingin merupakan pertikaian antara kedua blok tersebut.

Latar belakang terjadinya perang dingin adalah sebagai berikut :

a.         Munculnya amerika serikat sebagai negara pemenang di pihak Sekutu (Inggris, Prancis, AS). AS berperan besar dalam membantu negara-negara Eropa Barat untuk memperbaiki kehidupan perekonomiannya.

b.         Munculnya Rusia (Uni Soviet) sebagai negara besar dan berperan membebaskan Eropa bagian Timur dari tangan Jerman dan membangun perekonomian negara-negara di Eropa Timur. Uni Soviet meluaskan pengaruhnya dengan mennsponsori terjadinya perebutan kekuasaan di berbagai negara Eropa Timur seperti Bulgaria, Albania, Hongaria, Rumania, Polandia dan Cekoslowakia sehingga negara-negara tersebut masuk dalam pemerintahan komunis Uni Soviet.

c.         Munculnya negara-negara yang baru merdeka setelah Perang Dunia II di luar wilayah Eropa. Dampaknya muncul dua kelompok negara di dunia yaitu negara-negara maju dan negara-negara berkembang, yang memberikan pengaruh bagi perkembangan politik dan ekonomi dunia.

Nilai sebagai sumber norma



Manusia sebenarnya memiliki kemampuan material dan spiritual yang keduanya menghasilkan nilai. Kemampuan material adalah sesuatu yang mengandung karya, yaitu kemampuan untuk menghasilkan benda ataupun lainnya, sedangkan semampuan spiritual mengandung cipta (menghasilkan ilmu pengetahuan) dan karsa (menghasilkan kaidah kepercayaan, kesusilaan, kesopanan, dan hukum serta rasa menghasilkan keindahan).

Untuk menghasilkan sesuatu yang diinginkan itu tentu ada penilaian. Nilai/penilaian merupakan sesuatu yang paling dasar, hakiki atau makna yang terdalam (abstrak) yang berkaitan dengan cita-cita, harapan, keyakinan dan hal-hal yang bersifat ideal.

Penilaian terhadap sesuatu hal yang dirasa ideal memiliki penghargaan atas kualitas. Dengan demikian, penilaian tersebut menjadi penentu suatu keadaan, sikap dan tingkah laku. Misalnya, untuk menciptakan kehidupan yang teratur, aman dan tenteram diperlukan kesadaran diri dan kesadaran sosial. Hal itu diapresiasikan dalam wujud tingkah laku dan perbuatan nyata yang dilaksanakan secara ikhlas. Misalnya, tidak bertindak semena-mena, mendahulukan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi dan golongan, atau mematuhi aturan-aturan hukum yang berlaku. Sesuatu yang bersifat abstrak menjadi konkret dan nyata diwujudkan dalam bentuk wujud sosial.

Pada praktiknya, manusia berusaha mendapatkan ilmu pengetahuan melalui logika, menyerasikan perilaku terhadap kaidah-kaidah melalui etika, dan memperoleh keindahan melalui estestika. Seseorang yang biasa melakukan perbuatan sehari-hari dapat menjadi kaidah/norma bagi dirinya sendiri. Misalnya, kebiasaan untuk bangun pagi, kebiasaan tidur siang, kebiasaan minum kopi sebelum mandi, atau tidak meludah di sembarang tempat. Artinya, bahwa seseorang dapat menjadikan perbuatan-perbuatan tersebut kedalam tata cara hidupnya. Kemudian, kebiasaan tersebut dijadikan patokan aturan/norma bagi orang lain. Bahkan, mungkin pula dijadikan peraturan atau adat istiadat dalam suatu masyarakat atau bangsa.

Suatu kekuasaan atau kekuatan dapat pula mengembangkan hal tersebut. Kekuasaan yang dimaksud dapat berbentuk tata tertib, peraturan, atau petunjuk hidup biasa disebut kaidah atau norma. Kaidah atau norma terdapat dalam agama, adat-istiadat, kebiasaan, kesopanan, dan hukum petunjuk hidup atau gejala sosial.

Dalam cerita Sangkuriang, sebenarnya mengandung nilai kehidupan tersendiri, yaitu menggambarkan seorang anak laki-laki yang dilarang dan tidak boleh terjadi, jika menikah dengan ibu kandungnya sendiri. Atau dalam cerita Si Malin Kundang, bahwa seorang anak tidak boleh durhaka kepada ibu atau orang tua kandungnya sendiri.

Fungsi pranata keluarga


a.    Fungsi pengatur hubungan biologis
Masyarakat menganggap bahwa hubungan biologis itu sah apabila dua orang berbeda telah resmi menjadi suami istri dan itu ditandai dengan adanya surat nikah. Dengan adanya aturan-aturan mengenai hubungan seksual dalam pranata keluarga, kelangsungan hidup keluarga dapat dipertahankan tanpa menimbulkan kekacauan sosial dalam masyarakat.

b.    Fungsi reproduksi
Keluarga merupakan lembaga yang fungsinya mempunyai tujuan mempertahankan kelangsungan hidup manusia melalui fungsi reproduksi. Dalam masyarakat yang beradab, keluarga adalah satu-satunya tempat untuk tujuan itu. berlangsungnya fungsi reproduksi berkaitan erat dengan aktivitas seksual antara laki-laki (suami) dan wanita (istri). Dengan berkeluarga, manusia dapat melanjutkan keturunan secara tepat, wajar, dan teratur dilihat dari segi moral, sosial dan kesehatan.

c.    Fungsi sosialisasi
Sosialisasi adalah suatu proses belajar seorang anggota masyarakat untuk menerima dan menyesuaikan diri dengan unsur-unsur kebudayaan yang berupa cara-cara bersikap, bertindak dan berinteraksi dalam masyarakat. Fungsi sosialisasi menunjukkan peranan institusi keluarga dalam membentuk kepribadian anak. Keluarga merupakan lingkungan sosial yang pertama.

d.   Fungsi afeksi
Salah satu kebutuhan manusia adalah kasih sayang atau rasa saling mencintai. Apabila kebutuhan kasih sayang tidak terpenuhi, keluarga akan mendapatkan gangguan emosional, masalah perilaku dan kesehatan fisik. Masalah yang paling berbahaya adalah hilangnya rasa cinta kasih dalam keluarga. Dalam keluarga diperlukan kehangatan dan hubungan kasih sayang. Apabila anak memperlihatkan kenakalan yang serius, salah satu penyebabnya adalah kurangnya perhatian, kurangnya kehangatan dan kurangnya kasih sayang terutama dari kedua orang tuanya.

e.    Fungsi penentu kedudukan
Setiap orang mempunyai status atau kedudukan sendiri dalam masyarakat. Status sosial seseorang dalam masyarakat dapat dibedakan menjadi tiga.
1.      Ascribed status, status ini pada dasarnya diperoleh seseorang secara turun temurun yang diwariskan oleh leluhurnya. Contohnya gelar bangsawan.
2.      Assigned status, status ini diperoleh seseorang karena orang tersebut dianggap telah berjasa. Contohnya pahlawan.
3.      Achieved status, status ini diperoleh seseorang karena adanya kemampuan dan prestasi pribadi. Contohnya guru, dokter, presiden, dan lain-lain.

f.     Fungsi perdagangan
Perlindungan yang diberikan oleh keluarga meliputi perlindungan secara fisik dan perlindungan secara psikis. Dengan adanya perlindungan dari keluarganya terutama orang tuanya, anak akan merasa aman, damai, dan tentram.

g.    Fungsi ekonomi
Setiap keluarga mempunyai fungsi sosial dan ekonomi yang kompleks. Diantarany adalah pengaturan ekonomi keluarga. Kalau fungsi ekonomi dikaitkan dengan kegiatan ekonomi yang melibatkan produksi, distribusi, dan komsumsi akan banyak dijumpai keluarga di pedesaan terutama yang berlandaskan ekonomi agraris. Di pedesaan keluarga berfungsi sebagai unit produksi, misalnya semua anggota keluarga dilibatkan dalam mengolah tanah.

Fungsi pokok pranata ekonomi



Ada tiga fungsi pokok dalam pranata ekonomi

a.    Fungsi produksi
Pranata ekonomi antara lain mengatur cara produksi barang dan jasa yang diperlukan oleh warga masyarakat untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Cara menghasilkan barang dan jasa disebut dengan kegiatan produksi.

b.    Fungsi distribusi
Distribusi adalah kegiatan untuk menyalurkan barang dan jasa dari produsen ke konsumen. Penyaluran barang dan jasa mencakup tiga pihak yang saling memengaruhi (resiprositas), yaitu produsen, perantara, dan konsumen.
Kegiatan distribusi barang dan jasa dibagi dalam tiga cara, yaitu resiprositas, redistribusi, dan pertukaran pasar.

1.      Resiprositas (timbal balik) adalah pertukaran barang dan jasa yang nilainya sama antara dua pihak. Ada tiga macam resiprositas.

a)      Resiprositas umum, adalah tukar menukar antara pembeli maupun penerima barang dengan menentukan nilai barang yang terlihat pada waktu penyerahan.
b)      Resiprositas berimbang, adalah tukar menukar antara pembeli dan penerima dengan menentukan secara pasti nilai barang yang terlihat pada waktu penyerahan.
c)      Mekanisme pemerataan (leveling mechanish) adalah kewajiban sosial yang memaksa pemberi barang mendistribusikan barang-barangnya sehingga tidak ada kemungkinan bagi orang-orang untuk memupuk kekayaan.

2.      Redistribusi, yaitu bentuk pertukaran barang-barang yang masuk ke suatu tempat, misalnya pasar dan toko, dan dari tempat-tempat tersebut kemudian didistribusikan lagi.

3.      Pertukaran pasar, yaitu pertukaran atau perpindahan barang dari pemilik yang satu ke pemilik yang lain. Prinsip pasar adalah kegiatan penentuan harga menurut kemampuan penawaran dan permintaan.

c.    Fungsi komsumsi
Komsumsi adalah pemakaian barang dan jasa, baik sekaligus maupun secara berangsur-angsur oleh setiap anggota masyarakat yang menginginkan kehidupan yang layak. Kehidupan yang layak antara lain ditentukan oleh terpenuhinya barang dan jasa dalam jumlah dan mutu yang memadai. Hidup layak sangat bergantung pada tiga faktor, yaitu pendapatan, tersedianya barang dan jasa, dan tingkat harga barang dan jasa.

Faktor yang mempengaruhi hubungan sosial



 1.  Imitasi
Imitasi adalah tindakan seseorang meniru orang lain baik sikap, penampilan, maupun gaya hidupnya. Tindakan meniru sikap orang lain dikenal sebagai imitasi. Bukan hanya sikap yang dapat ditiru, namun juga penampilan, gaya hidup, bahkan apa saja yang dimiliki orang lain

2.    Sugesti
Sugesti adalah suatu pengaruh yang diberikan oleh seorang individu lain, sehingga orang tersebut menuruti dan melaksanakan apa yang disugestikannya tanpa berpikir lagi secara kritis dan rasional. Sugesti bisa mendorong terjadinya interaksi sosial. Orang yang mudah menerima sugesti biasanya orang yang sedang terhambat daya pikir rasionalnya karena tengah dilanda kebingungan, kesedihan, dan kekalutan pikiran.

3.    Identifikasi
Identifikasi adalah kecenderungan atau keinginan dalam diri seseorang menjadi sama dengan pihak lain. Selain imitasi dan sugesti, terdapat pula identifikasi yang mempengaruhi interaksi sosial. Kekaguman seseorang pada tokoh idola mendorong seseorang tersebut untuk menjadi sama dengan tokoh idolanya.

4.    Simpati
Simpati adalah suatu perasaan suka atau tertarik dari seseorang kepada orang lain karena sikap, penampilan, kewibawaan, kesuksesan, dan sebagainya. Pada kehidupan sehari-hari, simpati tampak saat seseorang merasa ingin terlibat dalam emosi yang tengah dirasakan orang lain. Ketika orang lain sedih, kita juga merasa sedih. Ketika orang lain cemas menantikan sesuatu, kita ikut merasa cemas pula. Pendek kata, apa yang tengah dialami orang lain ingin pula kita alami.

5.    Empati
Empati adalah suatu perasaan dari seseorang untuk ikut merasakan dalam suka atau duka yang dialami orang lain, hampir sama dengan simpati tapi lebih mendalam.

6.    Motivasi
Motivasi adalah suatu dorongan, rangsangan atau pengaruh yang diberikan seorang individu kepada individu lainnya, sehingga individu tersebut menuruti atau melaksanakan secara kritis, rasional dan tanggung jawab.