Kamis, 07 November 2013

Ciri-ciri dan hakikat sosiologi



Sosiologi merupakan salah satu bidang ilmu sosial yang mempelajari masyarakat. Ciri-ciri sosiologi sebagai sebuah ilmu pengetahuan, yaitu sebagai berikut.

a.    Sosiologi bersifat empiris, artinya ilmu tersebut didasarkan pada observasi terhadap kenyataan dan akal sehat serta hasilnya tidak bersifat spekulatif.
b.    Sosiologi bersifat teoritis, artinya ilmu tersebut senantiasa berusaha untuk menyusun abstraksi dari hasil-hasil observasi. Abstrakasi merupakan kerangka dari unsur-unsur yang tersusun secara logis serta bertujuan untuk menjelaskan hubungan sebab akibat, sehingga menjadi sebuah teori.
c.    Sosiologi bersifat komulatif, artinya ilmu tersebut dibentuk atas dasar teori yang sudah ada, dalam arti memperbaiki dan memperluas teori-teori yang sama.
d.   Sosiologi bersifat nonetis, artinya yang dipersoalkan bukanlah buruk baiknya fakta tertentu, tetapi bertujuan menjelaskan fakta tersebut secara analistis.

Petunjuk untuk menetapkan sifat-sifat dan hakikat sebuah ilmu pengetahuan adalah sebagai berikut.

a.    Sosiologi adalah sebuah ilmu sosial dan bukan merupakan ilmu pengetahuan alam ataupun ilmu pengetahuan kerohanian. Pembedaan ini bukanlah pembedaan tentang metodenya, tetapi menyangkut perbedaan isinya. Hal ini akan berguna untuk membedakan ilmu-ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan gejala-gejala kemasyarakatan.
b.    Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang abstrak dan bukan merupakan ilmu pengetahuan yang konkret, artinya yang diperhatikan sosiologi adalah bentuk dan pola, peristiwa dalam masyarakat, tetapi tidak konkrit wujudnya.
c.    Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang empiris dan rasional. Dalam hal ini sosiologi bercirikan menyangkut soal metode yang dipergunakan.
d.   Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang murni dan bukan ilmu pengetahuan terapan atau terpakai.
e.    Sosiologi bukan merupakan disiplin ilmu yang normatif, akan tetapi merupakan disiplin ilmu yang kategoris, artinya bahwa sosiologi membatasi diri daripada apa yang terjadi dewasa ini dan bukan mengenai apa yang seharusnya terjadi. Pandangan-pandangan sosiologi tidak dapat menilai apa yang buruk dan apa yang baik, apa yang benar dan apa yang salah, serta segala sesuatu yang berhubungan dengan nilai-nilai kemanusiaan.
f.     Sosiologi bertujuan untuk menghasilkan pengertian-pengertian dan pola-pola umum. Dalam hal ini, sosiologi meneliti dan mencari apa yang menjadi prinsip-prinsip atau hukum-hukum umum daripada interaksi antarmanusia dan juga tentang sifat hakikat, bentuk, isi, dan struktur dari masyarakat manusia.
g.    Sosiologi adalah sebagai ilmu pengetahuan yang umum dan bukan merupakan ilmu pengetahuan yang khusus.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar