Kamis, 09 Mei 2013

3 teori tentang pembangunan



1.             Teori Modernisasi
Teori modernisasi berasal dari dua teori dasar, yaitu teori pendekatan psikologis dan teori pendekatan budaya. Teori pendekatan psikologis menekankan bahwa pembangunan ekonomi yang gagal pada negara berkembang disebabkan oleh mentalitas masyarakatnya. Menurut teori ini, keberhasilan pembangunan mensyaratkan adanya perubahan sikap mental penduduk negara berkembang. Sedangkan teori pendekatan kebudayaan lebih melihat kegagalan pembangunan pada negara berkembang disebabkan oleh ketidaksiapan tata nilai yang ada dalam masyarakatnya. Secara garis besar teori modernisasi merupakan perpaduan antara sosiologi, psikologi, dan ekonomi. Teori dasar yang menjadi landasan teori modernisasi adalah ide Durkheim dan Weber.

Teori modernisasi memandang pembangunan akan berhasil tergantung dari tumbuh kembangnya faktor internal dalam masyarakat. Teori ini berpendapat bahwa faktor internal yang menentukan pembangunan masyarakat terdiri dari :

a.       Tingginya tabungan dan investasi (menurut Evsey Domar dan Roy Harrod);
b.      Nilai-nilai budaya yang dianut masyarakat (menurut Max Weber);
c.       Adanya kebutuhan/dorongan untuk berprestasi (menurut David McClelland);
d.      Adanya kewirausahaan dalam masyarakat (menurut Bert F. Hoselitz);
e.       Adanya kondisi lingkungan masyarakat yang baik (menurut Bert F. Hoselitz);
f.       Adanya manusia modern (menurut Alex Inkeles dan David H. Smith).

2.             Teori Ketergantungan
Menurut teori ketergantungan, keberhasilan pembangunan tergantung bagaimana cara mengatasi permasalahan yang berasal dari faktor eksternal masyarakat. Faktor eksternal tersebut berhubungan dengan ketidakadilan dalam pembagian kerja internasional. Negara maju semakin hari semakin menjadi pusat perekonomian, sedangkan negara miskin semakin tergantung dengan negara maju. Jika negara miskin ingin lebih berkembang maka harus ada pemutusan hubungan kerja yang tidak adil dan berusaha mandiri dalam melaksanakan pembangunan di negaranya.

Ahli-ahli yang mendukung teori ini diantaranya Andre Gunder Frank, Paul Baran, dan Theotonio Dos Santos.

3.             Teori Pascaketergantungan
Teori ini menyatakan bahwa pembangunan di berbagai negara di dunia tidak bisa dianalisis secara sendiri-sendiri, hubungan antara negara pusat/maju dengan negara miskin/berkembang tidak selalu bersifat merugikan. Hal ini dikemukakan oleh Bill Warren, dan Immanuel Wallerstein.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar