Sabtu, 23 Maret 2013

Kelenjar mamae

Kelenjar mamae merupakan kelenjar kulit khusus yang terletak didalam jaringan bawah kulit (subkutan). Kelenjar ini merupakan modifikasi kelenjar keringat dan bergetah tipe apokrin. Pertumbuhannya sangat sedikit pada anak-anak laki-laki maupun perempuan. Saat pubertas pada perempuan tumbuh pesat, pada laki-laki tidak terjadi pertumbuhan lagi.



Setiap kelenjar mamae terdiri atas 15-25 Lobus yang masing-masing merupakan kelenjar mandiri dengan saluran keluar bermuara di puncak nipel (puting susu), yang mempunyai 15-20 muara. Satu lobus diliputi jaringan interlobularis yang mengandung banyak sel lemak. Lemak dan jaringan ikat tersebut membagi lobus menjadi banyak lobulus. Jaringan ikat intra lubulus berupa jaringan ikat longgar halus dan padat sel. Duktus intra lobules bermuara ke dalam duktur interlobular yang kemudian bersatu membentuk saluran keluar dari tiap tubulus disebut duktus laktiferu. Duktus ini berjalan melewati puting dan melebar membentuk sinus laktiferus atau ampula.

Perkembangan kelenjar mamae pada perempuan selama pubertas merupakan salah satu sifat kelamin sekunder. Pada periode ini, kelenjar mamae ukurannya bertambah dan membentuk puting susu. Pada laki-laki tetap tipis. Pembesaran kelenjar selama pubertas akibat dua proses yakni :

a. Penambahan volume duktus laktiferus, karena ploriveransi sel
b. Penimbunan jaringan adipose dalam jaringan penyambung interlobularis dan intralobularis. Ploriveransi dan penimbunan lemak karena peningkatan hormon ovarium.

Kelenjar mamae bertumbuh dengan pesat selama kehamilan sebagai akibat kerjasama beberapa hormon terutama estrogen, progresteron, prolaktin, dan hormon mamotropik plasenta. Estrogen bekerja pada duktus laktiferus, merangsang pertumbuhannya dengan menambah jumlah mitosis dan percabangan-percabangan, progresteron merangsang pertumbuhan bagian-bagian sekretoris kelenjar mamae. Selama kehamilan jumlah estrogen bertambah pesat karena hormon ini dihasilkan plasenta, jumlah progresteron meningkat karena steroid yang semula dihasilkan korpus luteum ditambah yang dibentuk plasenta. Selama kehamilan, hormon-hormon tiroksin, kortikosteroid, hormon pertumbuhan juga berperan dalam proses ini.

Susu yang dihasilkan oleh sel-sel epitel bagian kelenjar sekretoris ditimbun dalam lumen dan duktus laktiferus. Susu manusia mengandung 4% lipid, 1,5% protein, 7% laktosa, juga ada antibodi (temasuk IgA).

Bila sedang menyusui, isapan bayi merangsang reseptor-reseptor taktil yang banyak disekitar puting susu, mengakibatkan pengeluaran hormon oksitosin dari hipofisis posterior. Hormon ini menyebabkan kontraksi sel-sel mioepitel kelenjar dan ejakulasi susu terjadi. Rangsang emosi dan general juga dapat merangsang pengeluaran oksitosin, mendorong susu keluar pada puting susu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar