Kamis, 07 Februari 2013

Hubungan pendapatan nasional, penduduk dan pendapatan per kapita

Pendapatan nasional dapat diibaratkan sebagai kue nasional. Penduduk dibaratkan jumlah orang yang akan menyantap kue nasional tersebut. Dengan demikian, pendapatan per kapita dapat diibaratkan porsi kue yang siap disantap oleh tiap-tiap orang. Ketiga hal ini memiliki hubungan yang sangat erat. Jika kuenya besar dan jumlah orang yang menyantap sedikit, setiap orang memiliki kemungkinan memperoleh bagian kue yang lebih besar. Jika orang yang akan menyantap banyak, bagian kue untuk tiap orang menjadi kecil. Jika kuenya kecil, walaupun yang akan menyantap sedikit, bagian dari tiap orang akan tetap kecil. Apabila kuenya kecil, yang akan menyantap banyak, dapat dibayangkan betapa kecilnya bagian yang akan diperoleh oleh tiap orang. Mungkin karena kecilnya, mereka akan tetap lapar meskipun sudah habis makan kue. Hal itu adalah gambaran negara miskin dengan penduduk yang padat.

Itulah sebabnya banyak negara dalam melakukan perbaikan taraf hidup masyarakat berusaha meningkatkan pertumbuhan ekonomi terlebih dahulu. Dengan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, berarti pendapatan nasional mengalami peningkatan.

Meningkatnya pendapatan nasional melalui peningkatan produksi nasional memerlukan faktor produksi yang cukup. Salah satu faktor produksi itu adalah tenaga kerja. Jumlah penduduk yang banyak dapat menjadi sumber tenaga kerja. Namun jika tenaga kerja yang ada kurang berkualitas, sumbangan terhadap peningkatan produksi nasional kecil. Oleh karena itu, jumlah penduduk yang besar perlu melakukan usaha-usaha untuk meningkatkan kualitasnya agar dapat memberikan sumbangan bagi peningkatan pendapatan nasional. Jumlah yang besar ini hanya akan mengakibatkan kue yang diperoleh oleh setiap orang akan menjadi lebih kecil.

Meningkatkan sumber daya manusia juga bukan usaha mudah. Dana yang diperlukan untuk itu sangat besar, misalnya untuk pendidikan, latihan, dan peningkatan kesehatan. Besarnya dana yang terserap itu berarti mengurangi kemampuan negara untuk menyediakan modal yang dapat menambah produksi.

Pemerintah menyadari keterbatasan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, peningkatan pendapatan nasiona perlu diimbangi dengan usaha menekan kenaikan jumlah penduduk.

Dengan menekan laju pertumbuhan penduduk, diharapkan kenaikan jumlah penduduk tidak melebihi kenaikan pendapatan nasional. Dengan demikian, setiap kenaikan pendapatan nasional akan dapat memperbaiki tingkat pendapatan per kapita.

Jadi jelas bahwa usaha meningkatkan pendapatan nasional tidak berdiri sendiri. Agar dapat memberikan perbaikan dalam hal pendapatan per kapita, usaha meningkatkan pendapatan nasional harus diimbangi dengan pengendalian jumlah penduduk. Apabila tidak, usaha meningkatkan pendapatan nasional untuk memperbaiki pendapatan per kapita akan sia-sia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar