Rabu, 09 Januari 2013

Permasalahan ekonomi negara maju




Permasalahan ekonomi yang dialami negara maju berbeda dengan permasalahan ekonomi negara berkembang. Beberapa permasalahan yang dihadapi oleh negara-negara maju, antara lain sebagai berikut.

a.      Sumber daya manusia
Seperti halnya yang terjadi pada negara-negara berkembang, negara maju juga menghadapi permasalahan sumber daya manusia. Hanya saja, permasalahan yang dihadapi, berbeda bentuk. Ada dua hal yang sangat berkaitan dengan masalah sumber daya manusia ini, yaitu jumlah tenaga kerja dan restruktursisasi perusahaan.

1)      Jumlah tenaga kerja
Salah satu hal penting yang membedakan negara-negara maju dengan negara-negara berkembang adalah angka kelahiran dan kematian yang rendah. Di satu sisi hal itu memberikan dampak positif berupa makin baiknya pengendalian pertambahan jumlah penduduk serta memberikan tingkat kelangsungan hidup. Masyarakat di negara-negara maju tentu saja menikmati kualitas kehidupan yang lebih baik dibandingkan dengan rekan-rekannya di negara-negara berkembang. Namun di sisi lain, hal ini justru memberikan dampak yang kurang menguntungkan. Seperti kita tahu, seiring dengan tingginya tingkat kegiatan produksi di negara-negara maju di seluruh sektor ekonomi (contohnya pertanian, industri, perdagangan, jasa), negara-negara ini tentu saja membutuhkan lebih banyak jumlah tenaga kerja. Justru hal inilah yang tidak dapat disediakan oleh mereka. dengan tingkat pertumbuhan penduduk yang rendah, negara-negara maju seringkali kesulitan mencari tenaga kerja di dalam negeri. Kita dapat melihat contoh ini di negara Singapura.

2)      Restrukturisasi perusahaan
Restrukturisasi perusahaan adalah sebuah kebijakan perusahaan untuk merampingkan besarnya perusahaan baik dari segi organisasi maupun jumlah tenaga kerja dengan tujuan agar perusahaan dapat berjalan lebih efisien dan menguntungkan. Hal ini dapat terjadi karena beberapa hal berikut.

a)      Kemajuan teknologi yang sanggup menggantikan tenaga kerja manusia.
b)      Beban operasi (cost) perusahaan yang makin membesar dan membuat keuntukngan (profit) makin mengecil, perusahaan tersebut menggantungkan diri dengan perusahaan lainnya (merger) dengan tujuan untuk memperluas pasar, meningkatnya daya saing, dan juga menambah modal.

Di kebanyakan negara maju, restrukturisasi perusahaan ini sudah menjadi sebuah trend yang menakutkan bagi banyak tenaga kerja. Oleh karena itu, pemerintah negaraa maju berupaya untuk menampung mereka yang terkena dampak restrukturisasi ini dengan berbagai upaya seperti memberi kesempatan dan kemudahan bagi mereka untuk memulai usaha sendiri (wiraswasta), mendirikan pusat-pusat pelatihan guna meningkatkan keterampilan dan keahlian mereka, juga mendorong terciptanya investasi di sektor-sektor ekonomi lainnya guna menampung tenaga kerja itu.

b.      Masalah globalisasi ekonomi
Istilah globalisasi menjadi sebuah kata yang sering kali terdengar saat ini. Globalisasi ekonomi adalah berbagai kegiatan ekonomi di seluruh dunia yang saling berhubungan satu sama lainya. Globalisasi ekonomi itu dapat diibaratkan sebagai jaring laba-laba raksasa yang menghubungkan satu kegiatan ekonomi di sebuah negara dan kegiatan ekonomi di negara lainnya. Dalam globalisasi ekonomi, negara-negara di dunia tidak dapat hanya mengandalkan kekuatannya sendiri bila mereka hendak menunjukkan setiap sektor ekonomi yang dijalaninya.

1)      Masuknya produk negara berkembang ke negara maju
Globalisasi ekonomi ini diwujudkan melalui pendidikan sebuah organisasi perdagangan internasional yang menetapkan aturan main yang harus dijalankan oleh setiap negara yang menjadi anggotanya. Organisasi ini dikenal dengan nama WTO (World Trade Organization). Di dalam WTO, diharapkan agar setiap negara tidak menutup atau membatasi negaranya untuk menerima berbagai produk dari negara lainnya. Dengan aturan ini, seringkali negara-negara berkembang merasa dirugikan karena mereka “terpaksa” harus menerima berbagai barang negerinya. Meskipun demikian, tidak selalu demikian halnya yang terjadi. Sebetulnya, ada begitu banyak produk dari negara-negara berkembang yang juga memasuki negara-negara maju, dan produk-produk itupun memiliki keunggulan yang tidak kalah dengan produk-produk sejenis yang dihasilkan oleh negara-negara maju tersebut. Selain itu, dengan biaya tenaga kerja yang jauh lebih murah, otomatis produk-produk tersebut memiliki harga yang lebih rendah daripada produk-produk negara maju.

2)      Masuknya tenaga kerja negara berkembang ke negara maju
Kekurangan tenaga kerja di negara-negara maju, begitu pula dengan aturan yang ditetapkan oleh WTO, membuat banyak tenaga kerja dari negara berkembang mulai masuk ke negara-negara maju. Para pekerja dari negara berkembang ini terkenal dengan ketekunan dan keuletannya untuk dibayar lebih rendah dari rekan-rekannya dari negara maju. Hal ini tentu saja menghawatirkan para pekerja dari negara-negara maju tersebut.

3)      Perpindahan investasi dari negara maju ke negara berkembang
Mengingat tingginya biaya produksi di negara-negara maju yang meliputi biaya tenaga kerja, biaya penyewaan pabrik, biaya pajak, juga biaya-biaya lainnya, maka banyak perusahaan-perusahaan besar di negara maju yang memindahkan pabrik-pabriknya ke negara-negara berkembang denga pertimbangan rendahnya biaya produksi di sana. Perkembangan ini tentu saja akan berakibat buruk pada perekonomian negara-negara maju.

4)      Krisis ekonomi di negara berkembang
Hal ini akan menjadi dampak dari globalisasi bagi negara-negara maju adalah dampak krisis ekonomi yang dialami oleh negara-negara berkembang. Seperti kita ketahui, globalisasi ekonomi membuat kondisi perekonomian suatu negara terkait dengan perekonomian negara lainnya. Negara-negara maju itu banyak pula yang mengimpor bahan-bahan baku dari negara-negara berkembang untuk keperluan berproduksinya. Dengan adanya krisis ekonomi yang melanda negara berkembang maka produksi bahan baku di negara-negara tersebut akan menjadi terhambat. Hal ini tentu saja berpengaruh pula bagi kegiatan produksi yang terjadi di negara-negara maju, yakni terhambatnya pula kegiatan produksi mereka.

c.       Lingkungan hidup
Meskipun banyak yang beranggapan bahwa negara-negara berkembanglah yang seharusnya bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan yang terjadi di dunia, namun tidak bisa disangkal bahwa negara-negara maju pun memiliki peran yang cukup besar dalam kerusakan ini. Dengan tingginya tingkat produktivitas di negara-negara maju, maka mau tak mau mereka membutuhkan bahan baku yang makin banyak jumlahnya. Hal ini otomatis membuat mereka harus memperoleh sumber daya alam yang lebih banyak pula. Dampak yang langsung dirasakan dari kegiatan ini tentu saja terjadi pada lingkungan hidup di muka bumi ini. Lebih parah lagi ternyata banyak diantara negara-negara maju itu yang melakukan eksploitasi sumber daya alam di negara-negara berkembang. Hal ini tentu saja merugikan negara-negara berkembang karena selain disalahkan akibat kelalaian mereka mengelola lingkungan hidup negaranya, mereka pun harus menanggung kesalahan negara-negara maju yang melakukan kerusakan lingkungan di negara mereka sendiri.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar