Rabu, 09 Januari 2013

Pengertian asam basa menurut para ahli




1. Pengertian asam basa menurut Arrhenius
Tahun 1884, ilmuwan Swedia bernama Svante Arrhenius mengemukakan pengertian asam basa berdasarkan reaksi ionisasi. Menurut Arrhenius, asam adalah zat yang jika dilarutkan di dalam air akan menghasilkan ionH+, sedangkan basa adalah zat yang jika dilarutkan di dalam air akan menghasilkan ion OH-
Berdasarkan jumlah ion H+ (untuk asam) atau ion OH- (untuk basa) yang dihasilkan oleh reaksi ionisasi, senyawa asam-basa dapat dikelompokkan menjadi asam-basa monoprotik dan asam-bas poliprotik. Asam basa poliprotik dapat mengalami beberapa kali reaksi ionisasi.

2. Pengertian asam basa menurut Bronsted-Lowry
Pada tahun 1923, ilmuwan Denmark Johannes Bronsted dan ilmuwan Inggris Thomas Lowry mengemukakan teori asam basa berdasarkan serah terima proton (H+). Menurut Bronsted-Lowry, asam adalah zat yang dapat memberikan proton (H+) pada zat lain (donor proton). Suatu zat baik yang bermuatan positif, negatif, ataupun netral termasuk asam Bronsted-Lowry asalkan mempunyai minimal satu atom H. misalnya, HCL, H2SO4, HSO4-, H3O, dan NH4+
Basa adalah zat yang dapat menerima proton (H+) dari zat lain (akseptor proton). Suatu zat baik yang bermuatan positif, negatif, ataupun netral termasuk basa Bronsted-Lowry jika mempunyai pasangan elektron bebas yang dapat berikatan dengan atom H. misalnya, NH3, CO3-, dan OH-.
Pengertian asam basa yang dikemukakan Bronsted-Lowry memperbaiki kelemahan teori asam basa Arrhenius. Pengertian asam basa Arrhenius hanya berlaku untuk senyawa yang larut dalam pelarut air karena reaksi ionisasi yang menghasilkan ion H+ dan ion OH- Hanya terjadi dalam pelarut air. Teori asam basa Arrhenius tidak mampu menjelaskan senyawa yang tidak dilarutkan dalam air.
Teori asam basa Bronsted-Lowry dapat menjelaskan semua reaksi yang terjadi dalam bentuk apapun, termasuk gas, larutan bukan air, larutan air, dan larutan heterogen. Penentuan suatu zat sebagai asam Bronsted-Lowry atau basa Bronsted-Lowry dapat dilakukan jika zat tersebut bereaksi dengan zat lainnya.  

3. pengertian asam basa menurut Lewis
tahun 1938, ilmuwan amerika serikat, Gilbert Newton Lewis mengusulkan pengertian asam-basa berdasarkan reaksi serah terima elektron. Menurut Lewis, dalam suatu reaksi kimia, suatu zat termasuk asam jika dapat menerima pasangan elektron dan tergolong basa jika dapat memberi pasangan elektron. Reaksi asam basa Lewis menghasilkan ikatan kovalen koordinasi. Contohnya reaksi antara BF3 dan NH3.
Dengan adanya teori asam-basa Lewis, reaksi asam basa yang tidak melibatkan serah terima proton (H+) dapat dijelaskan. Selain itu, teori asam basa Lewis juga dapat menjelaskan semua reaksi asam basa, baik yang terjadi dalam pelarut ait, pelarut nonair, ataupun tanpa pelarut. Struktur zat-zat seperi klorofil, vitamin B12, dan sel darah merah dapat dijelaskan dengan Teori Asam-basa Lewis.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar