Jumat, 14 Desember 2012

Arti penting globalisasi bagi bangsa indonesia



Globalisasi yang dibungkus sedemikian rupa oleh para penganjurnya seakan mampu menundukkan sebagian besar bangsa-bangsa di dunia, termasuk Indonesia. Secara selektif Indonesia mampu dan mau menerima globalisasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara karena ada sebagian nilai-nilai penting yang dapat diambil dari arus globalisasi. Melalui masuknya globalisasi setidaknya ada beberapa nilai penting yang dapat diambil antara lain sebagai berikut.

a.       Globalisasi dengan semboyannya seperti keterbukaan, kebebasan dan demokrasi berpengaruh kuat terhadap kemajuan bangsa Indonesia untuk berperan dalam peraturan dunia. Apalagi ketika bangsa Indonesia dilanda krisis ekonomi, globalisasi telah mampu mengubah pemerintahan yang sebelumnya dianggap tertutup berubah menjadi lebih demokratis dan memberi kebebasan dalam berbagai bidang kehidupan.
b.      Akibat globalisasi dalam bidang ekonomi, membuat Indonesia mau tidak mau membuka diri terhadap produk-produk luar negeri dan patuh pada aturan-aturan yang dibuat dalam perjanjian-perjanjian regional maupun multilateral.
c.       Melalui globalisasi lahirlah pranata-pranata sosial baru dalam berbagai bidang kehidupan dan dalam bidang ilmu pengetahuan dan transportasi. Kemudahan hidup sehari-hari makin terjamin berkat kecanggihan teknologi dan informasi serta lahirnya penemuan-penemuan baru di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi
d.   Melalui globalisasi, Indonesia mudah untuk masuk ke dalam kancah pergaulan regional/internasional, dengan bebas tanpa menimbulkan dampak negative bagi bangsa lain.

Dengan diterimanya globalisasi di Indonesia, berarti Indonesia telah masuk ke ruang lingkup dunia  yang tidak mengenal batas-batas. Oleh karena itu, perlu disiapkan mental dan kualitas bangsa Indonesia agar tidak mudah terseret dalam lingkaran serta arus globalisasi dan terjebak dalam perbudakan oleh negara-negara maju.
Era globalisasi dan abad ke-21, ditandai dengan persaingan yang ketat dan tajam pada semua aspek kehidupan serta perubahan dalam segenap bidang kehidupan. Dalam bidang ideology, kehancuran komunis di Eropa Timur memungkinkan liberalisme dan kapitalisme menguasai dunia. Dalam bidang politik, pengaruh negara-negara besar sulit dielakkan. Dalam bidang ekonomi, perdagangan bebas menyebabkan produksi local terpental. Dalam bidang sosial budaya, pola hidup dan budaya hedonistic (maunya enak/senang saja) mewarnai semua lapisan dan lingkungan masyarakat, selanjutnya dalam bidang pertahanan dan keamanan, penguasaan teknologi persenjataan bukan lagi jaminan keamanan melainkan cenderung menjadi ancaman.
Dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) serta globalisasi, Indonesia yang merupakan bagian dari masyarakat dunia jelas tidak bisa menutup diri dari pergaulan global. Disaat dunia makin global dan arus perkembangan iptek makin deras, bangsa Indonesia dituntut untuk mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa harus meninggalkan jati dirinya sebagai bangsa Indonesia.

1 komentar: