Jumat, 16 November 2012

Jalannya kongres pemuda



1)   Kongres Pemuda I

Keinginan untuk bersatu seperti yang didengung-dengungkan oleh Perhimpunan Indonesia (PI) dan Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI) telah tertanam didalam sanubari pemuda-pemuda Indonesia yang pertama. Kongres itu diikuti oleh seluruh perkumpulan pemuda yang bersifat kedaerahan.

Dalam kongres yang dilakukan beberapa kali pidato tentang pentingnya Indonesia bersatu. Disampaikan pula tentang upaya-upaya memperkuat rasa persatuan yang harus tumbuh diatas kepentingan golongan, bahasa, dan agama. Selanjutnya juga dibicarakan tentang kemungkinan bahasa tentang kesusastraan Indonesia kelak di kemudian hari.

Para mahasiswa Jakarta dalam kongres itu juga membicarakan tentang upaya persatuan perkumpulan-perkumpulan pemuda menjadi satu badan gabunga (fusi). Walaupun pembicaraan mengenai fusi ini tidak membuahkan hasil yang memuaskan, kongres itu tetap memperkuat cita-cita Indonesia bersatu.

2)   Kongres Pemuda II
Kongres Pemuda II diadakan 2 tahun setelah Kongres Pemuda pertama, tepatnya pada tanggal 27 – 28 Oktober 1928. Kongres itu dihadiri oleh wakil-wakil dari perkumpulan-perkumpulan pemuda ketika itu antara lain Pemuda Sumatera, Pemuda Indonesia, Jong Bataksche Bond, Sekar Rukun, Pemuda Kaum Betawi, Jong Islamiten Bond, Jong Java, Jong Ambon, dan Jong Celebes. PPPI yang memimpin kongres ini sengaja mengarahkan kongres pada terjadinya fusi organisasi-organisasi pemuda.

Susunan panitia Kongres Pemuda II yang sudah terbentuk pada bulan Juni 1928 adalah :

Ketua : Sugondo Joyopuspito dari PPPI
Wakil Ketua : Joko Marsaid dari Jong Java
Sekretaris : Moh. Yamin dari Jong Sumatranen Bond
Bendahara : Amir Syarifuddin dari Jong Bataksche Bond
Pembantu I : Johan Moh. Cai dari Jong Islamiten Bond
Pembantu 11 : Koco Sungkono dari Pemuda Indonesia
Pembantu III : Senduk dari Jong Celebes
Pembantu IV : J. Leimena dari Jong Ambon
Pembantu V : Rohyani dari Pemuda Kaum Betawi

Kongres Pemuda II berhasil mengambil keputusan :

Pertama : kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tumpah darah Indonesia.

Kedua : Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia.

Ketiga : kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Rumusan tersebut dibuat oleh Sekretaris Panitia, Moh Yamin, dan dibacakan oleh ketua Kongres, Sugondo Joyopuspito, secara khidmat di depan kongres. Selanjutnya diperdengarkan lagu Indonesia Raya yang diciptakan dan dibawakan oleh W.R. Supratman dengan gesekan biola. Peristiwa bersejarah itu merupakan hasil kerja keras para pemuda pelajar Indonesia. Walaupun organisasi peserta kongres masih merupakan organisasi pemuda kedaerahan, mereka ikhlas melepaskan sifat kedaerahannya. Dengan 3 butir sumpah pemuda itu, setiap organisasi pemuda kedaerahan secara konsekuen meleburkan diri kedalam satu wadah yang telah disepakati bersama, yaitu Indonesia muda.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar