Rabu, 29 Agustus 2012

Batas landas kontinen, laut teritorial dan zona ekonomi ekslusif indonesia



1.         Landas Kontinen
pengumuman tentang batas landas kontinen dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia pada tanggal 17 Februari 1969 dan UU No.1 th. 1969 serta UU no. 1 th.1973 tentang landas kontinen. Yang didasarkan pada wilayah perairan Indonesia.  Landas kontinen adalah bagian dari dasar laut yang secara geologis dan morfologis merupakan kelanjutan dari daratan bagi negara dan wilayahnya berbatasan dengan laut.          
Jarak wilayah landas kontinen dari wilayah daratan yang bersangkutan tidak terlalu besar dan dapat diukur sejauh 200 mil dari garis dasar. Pada keadaan tertentu dimana landas kontinen tumpang tindih dengan landas kontinen negara tetangga, diadakan kesepakatan dalam bentuk perjanjian dengan negara-negara tetangga misalnya :

a.       Batas landas kontinen di Selat Malaka dan Laut Cina Selatan antara Indonesia dan Malaysia yang telah disepakati tanggal 27 Oktober 1969 di Kuala Lumpur dan berlaku mulai tanggal 127 November 1969.
b.      Batas landas kontinen di Laut Andaman antara Indonesia dan India telah disepakati di Jakarta pada tanggal 08 Agustus 1974, dan berlaku sejak ditetapkan.
c.       Batas landas kontinen di Selat Malaka bagian utara dan laut Andaman antara Indonesia da Thailand telah disepakati di Bangkok tanggal 17 Desember 1971 dan berlaku mulai tanggal 7 April 1972.

Demikian pula dengan negara lain seperti Singapura, Australia, dan sebagainya telah berhasil dicapai kesepakatan tentang batas landas kontinen antara Indonesia dengan negara-negara tersebut.
Kekuasaan suatu negara yang memiliki landas kontinen adalah mempunyai hak penuh atas pemanfaatan sumber daya alam yang terdapat diatas landas kontinen maupun yang terkandung di dalam laut atau dibawah dasar lautnya.                                                       

2.      Laut Teritorial

Indonesia yang merupakan negara kepulauan atau negara maritim memiliki laut lebih luas jika dibandingkan dengan daratannya. Luas Indonesia sekitar 9,8 juta km2 terdiri dari daratan 1,9 juta km2 dan laut sekitar 7,9 juta km2 yang terdiri atas laut teritorial, laut nusantara, dan zona ekonomi eksklusif (ZEE). Untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari gangguan-gangguan asing, Pemerintah Indonesia pada tanggal 13 Desember 1857 mengeluarkan Deklarasi Juanda yang melakukan konsep Wawasan Nusantara.


Wawasan Nusantara ialah cara pandang bangsa Indonesia mengenai perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, dan pertahanan keamanan. Dalam Deklarasi Juanda dinyatakan bahwa batas perairan wilayah Indonesia sejauh 12 mil laut dari garis dasar pantai pulau-pulau terluar kearah laut bebas. Garis dasar pantai yaitu garis pantai rata-rata pada keadaan pasang surut yang diamati selama puluhan tahun. Jarak yang digunakan ialah mil laut. Jarak satu mil sama dengan jarak satu detik bujur derajat bumi (satu per enam puluh menit) sama dengan 1852 m. bandingkan dengan jarak 1 mil Inggris  = 1069 m
Perairan wilayah Indonesia yang disebut pula Laut Teritorial, terletak antara garis dasar pantai pulau terluar sampai kegaris batas teritorial. Dengan demikian, luas perairan Indonesia waktu itu 3,1 juta km2 (tidak termasuk ZEE), yang terdiri dari laut teritorial, dan laut nusantara. Laut nusantara yaitu laut yang terletak antara pulau-pulau Indonesia seperti Laut Jawa, Laut Banda, Selat Makassar d.s.b.
Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (perpu) No.4 th.1960 yang dikeluarkan 18 Februari 1960, mengatur kapal-kapal asing yang berlayar di perairan Indonesia, sebelumnya mengatur hak lintas bebas diganti dengan hak lintas damai . dengan demikian, kapal-kapal perang asing yang hendak melewati perairan Indonesia dapat kita larang, karena di perairan kita tidak berlaku lagi hak lintas bebas seperti sebelumnya.

3.      Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE)

Pengumuman mengenai ZEE telah dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia tanggal 21 Maret 1980 sejauh 200 mil laut diukur dari garis dasar pantai. Hak yang dimiliki oleh suatu negara pada ZEE pada dasarnya sama dengan hak landas kontinen yaitu hak untuk memanfaatkan sumber daya alam yang terkandung di dalamnya, baik di dalam laut, dasar laut, atau dibawah dasar laut. Hak pelayaran, pemasangan pipa, maupun kabel-kabel di dasar laut tetap dihormati dan dibenarkan sepanjang masih sesuai dengan hukum-hukum laut internasional. Dengan penetapan ZEE ini berarti luas perairan Indonesia telah bertambah sekitar 2,7 juta km2 dari luas sebelumnya.
Dengan penetapan pemerintah tentang perairan laut wilayah landas kontinen dan zona ekonomi eksklusif, sesuai dengan prinsip wawasan nusantara , maka seluruh perairan Indonesia dengan pulau-pulau dan penduduk serta kekayaan alam yang ada di dalamnya merupakan satu kesatuan. Hal ini berarti kesatuan ideologi yang utuh dan tidak dapat dipisah-pisahkan satu sama lain, baik di bidang politik, ekonomi, sosial budaya, maupun pertahanan keamanan. Gangguan dan ancaman terhadap salah satu bagian di Indonesia , berarti merupakan gangguan dan ancaman terhadap seluruh wilayah Indonesia, dan harus kita tangani secara bersama. Musibah yang terjadi tehadap satu wilayah Indonesia sama dengan musibah yang dialami oleh seluruh bangsa Indonesia.



Bencana gempa di Flores, Papua, Lampung, Bengkulu, dan gelombang tsunami di Jawa Timur merupakan bencana bagi semua sehingga pemerintah bersama-sama dengan rakyat bahu-membahu meringankan dan membantu saudara-saudara kita di beberapa daerah itu. Pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya yang mencakup seluruh wilayah nusantara , merupakan bukti bahwa Indonesia merupakan satu yang tidak dapat dipisah-pisahkan oleh siapapun.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar